Hipnoterapi dan Solusi Masalah Kesehatan Mental

Hipnoterapi dan Solusi Masalah Kesehatan Mental

Adanya banyak masalah kesehatan mental yang bisa dibantu diselesaikan dengan metoda hipnoterapi, tetapi ada juga masalah kesehatan mental yang tidak bisa ditangani dengan hipnoterapi. Ada kesalah pahaman / Hoax yang berkembang di masyarakat khususnya di Indonesia berkaitan dengan hipnoterapi a.l. bahwa hipnoterapi bisa menyelesaikan semua masalah kejiwaan, hipnoterapi bisa mengubah seseorang dalam sekejap mata dsb.

HOAX tentang hipnoterapi :

  1. Hipnoterapi bisa mempengaruhi dan mengubah orang dengan cara instan. Hal ini tidaklah benar. Seseorang tidak mungkin berubah kalau diri sendiri tidak mau berubah. Hipnoterapi hanya bisa membantu orang yang ingin berubah, bukan dengan serta merta merubah orang lain tanpa kehendak sendiri.  Sering kali orang tua pasien remaja meminta saya untuk melakukan hipnoterapi atas masalah remaja terutama sikap memberontak dan sulit menuruti kata orang tua. Pada umumnya orang menganggap dengan menyerahkan masalah ini kepada hipnoterapis masalahnya akan selesai. Masalah kejiwaan remaja sangat komplek dan tidak semuanya bisa diselesaikan dengan hipnoterapi, remaja mengalami fase perubahan dari dunia anak anak ke dewasa. Pada masa ini terjadi gejolak kejiwaan yang dalam mencari identitas diri, sering kali persoalan dipicu akibat kurangnya komunikasi antara orang tua dan remaja. Menyerahkan problem remaja kepada hipnoterapis dan berharap ada perubahan instan adalah hal yang mustahil
  2. Hipnoterapi bisa menyembuhkan penyakit mental apapun. Hal ini tidak benar, karena ada banyak kasus gangguan jiwa yang tidak bisa ditangani oleh hipnterapis seperti  Penderita Schizophrenia, orang yang mengalami gangguan schizophrenia tidak bisa berkonsentrasi dengan baik, berhalusisani, terjadi gejala waham. Saya sering kali  menolak pasien dengan gangguan schizophrenia bukan karena tidak ingin membantu, akan tetapi memang tidak bisa ditangani dengan metoda hipnoterapi. Penanganan gangguan jiwa secara salah malah justru akan memperparah penyakit jiwa seseorang. Seorang hipnoterapis yang bertanggung jawab dan beretika seharusnya menolak dengan halus atas masalah masalah yang sebenarnya tidak bisa ditangani.
  3. Ekspektasi berlebihan terhadap hasil sesi Hipnoterapi. Harapan atas sesuatu yang instan tampaknya telah menjadi budaya dalam masyarakat kita, hal ini juga terjadi dalam hal kesehatan baik kesehatan fisik maupun kesehatan jiwa. Masyarakat cenderung mengabaikan pemeliharaan kesehatan fisik dan jiwa, dan baru mencari pengobatan apabila penyakitnya sudah parah dan sulit disembuhkan.  Dengan kondisi penyakit yang sudah parah kemudian berkeinginan mencari penyembuhan secara cepat.  Penyakit jiwa tidaklah terjadi begitu saja seperti penyakit akibat infeksi kuman. Penyakit jiwa akan dimulai dari gejala ringan seperti stres, ketakutan tanpa alasan, cemas, sulit tidur dsb.  yang kemudian berkembang menjadi penyakit jiwa berat. Tidak mungkin menyembuhkan masalah kejiwaan berat hanya dalam waktu singkat. Harapan kesembuhan dengan hipnoterapi sangat diperlukan untuk kesuksesan terapi, akan tetapi tidak bisa berharap berlebihan dan menginginkan janji kesembuhan dari terapis. Apalagi bila sesi terapi hanya dilakukan satu kali saja. Sering kali timbul pertanyaan  “harus berapa kali terapi bisa sembuh?” “Apa ada jaminan garansi kesembuhan?” “Apa pasti sembuh?” Pertanyaan tersebut seharusnya ditujukan pada tukang obat pinggir jalan yang pasti bisa memberikan janji kesembuhan. Hipnoterapis  tidak seharusnya memberikan janji kesembuhan seperti itu.

Baca Juga: Memahami Penderita Sakit Jiwa

Referensi: https://en.wikipedia.org/wiki/Hypnotherapy